#ToBeTheHappyME: Find and do what makes you happy



Halo, tak terasa sudah akhir pekan lagi dan saya belum menulis apa-apa di blog selama minggu ini. Sedikit curhat, minggu ini salah satu teman kerja saya sudah resmi resign dan belum ada penggantinya. Saya dan teman saya, berdua, melawan dunia *halah. Gak gitu, sih, intinya, kerja kami jadinya tentu lebih heboh. Belum lagi ada perubahan jadwal karena tahun ajaran baru di sekolah juga, lengkaplah sudah, hahaha.

Selama beberapa hari, saya gak ingat apa yang saya sedang dan sudah lakukan. Kayak auto-pilot gitu, untungnya survive saja karena banyak orang baik dan teman-teman kerja pun supportif. Tentu saja ada drama satu atau dua, hmm.. atau malah beberapa babak, ya? *think

Meski begitu, saya tetap bersyukur karena semua bisa terselesaikan dengan baik. We survived another week, yeay!

Di awal minggu ini, ada berita duka dari penulis puisi legendaris, Eyang Sapardi Djoko Damono. Beliau wafat pada tanggal 19 Juli 2020. Saya sedih banget, karena salah satu impian saya adalah bisa ketemu langsung dengan beliau dan ngobrol, karena saya suka dengan tulisannya. Apalagi, beliau adalah penulis yang bisa dan mau banget untuk terus berinovasi. Dia punya beberapa kolaborasi dengan penulis muda, lintas generasi, dan lintas genre. Panutan banget, sehingga saya sedih juga karena belum kesampaian untuk ketemu beliau.

This year really taught us to act, now. Banyak banget kesempatan saya buat ketemu dengan Eyang SDD sebelumnya tapi saya lewatkan. Sekarang nyeselnya bukan main, hiks.

Tapiii.. penyesalan tidak akan membawa kita ke tempat lebih baik, kecuali kita menjadikannya penyemangat diri sendiri. Itulah yang saya coba lakukan dengan membuat musikalisasi untuk salah satu puisi favorit saya dari Eyang SDD, Aku Ingin.


Selain itu, walau minggu ini saya tidak sempat membuat review buku terbaru, saya bersyukur juga karena minggu lalu saya kerajinan. On fire banget, sampai memutuskan untuk record dua session sekaligus. Jadinya saya punya tabungan video untuk bisa saya unggah di minggu ini.

Saya hanya perlu edit, yang sebenarnya menurut saya memakan waktu lebih lama daripada recording-nya sendiri, hehe.


Saya cukup bangga dengan diri sendiri, karena jadi bisa konsisten upload di YouTube. Saya kemarin sudah bercerita juga tentang susahnya konsisten untuk produktif, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Semoga minggu depan dan seterusnya juga bisa terus konsisten, ya!

Oh ya, ngomongin soal melakukan sesuatu yang bikin bahagia, karena nonton video Youtube teman, saya jadi nemu aplikasi Joylada lalu kesenengan sendiri.

Joylada itu punya fitur cerita dalam format chat, yang menurut saya menarik banget. Saya sukaaa banget nulisnya, cuma tantangan tersendiri karena saya anak banyak mau, seneng banyak gambar sedangkan Joylada belum terlalu support.

Saya punya rencana untuk upload cerita saya tiap minggu, tepatnya di weekend karena itu harusnya waktu paling lowong, kalian bisa cek yaa cerita saya di Joylada

Saya sudah upload sekitar 5 bab singkat di sana, dan rencananya sih akan upload lagi karena saya suka banget, ceritanya pun saya bikin ringan, cuma tentang keseharian, gak mau terlalu serius pembahasannya. Karena, saya orangnya gampang kesel sendiri kalau udah mikirin ribet-ribet, lalu hasilnya gak sesuai harapan. Apalagi kalau reaksi orang tidak seheboh yang saya harapkan, hiks.

Jujur saja, saya sebenarnya sedikit kesal dan sedih, kalau melihat teman atau orang yang saya kenal, bisa mendapatkan penonton, like, dan juga komentar yang banyak banget dari orang lain. Ada masanya saya tuh sebel sendiri, gak mau lagi bikin apa-apa, dan ya gitu, ilang semangat.

Saya lupa sendiri dengan tujuan awal saya, yaitu untuk bersenang-senang. Saya terlalu sibuk untuk memikirkan, hmm..atau tepatnya, mengukur, apa yang orang lain lihat dari saya.

Padahal, bagaimana orang bisa menyukai apa yang kita lakukan, kalau kita sendiri tidak bahagia dengan apa yang kita lakukan?

Saya masih belajar untuk stop berusaha jadi people-pleaser. Masih belajar juga untuk menerima kritik dengan pikiran terbuka. Iya, saya menerima kritik, kok, tapi seringnya jadi bikin saya makin rendah diri dan patah arang XD

Sifat jelek yang harus diubah, karena saya percaya ada orang yang memang memberi kritik karena ingin kita menjadi lebih baik :)

Hidup ini tidak sulit, teman-teman. Yang sulit adalah mencintai diri kita sendiri, orang lain, dan kehidupan itu sendiri. Paling utama, berbahagialah dulu, sehingga kita berbagi kebahagiaan tersebut kepada orang lain, yang otomatis akan membuat hidup kita pun berbahagia.

Be brave and be strong. No worries, all is well.

Cheers,
Zis

Post a Comment

2 Comments

  1. Semangat terus untuk tetap konsisten ci! Baik konsisten dalam membuat blogpost atau video, atau dalam belajar mencintai diri sendiri πŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin, makasihhh. ayo semangat juga untuk terus berbahagia! :D

      Delete