Cerita Pertama : Penulis



Halo, masih dalam seri berbagi cerita pertama dalam kehidupan ini. Kemarin saya sudah bercerita tentang pengalaman pertama ikut lomba atau kompetisi. Sekarang, saya akan berbagi cerita tentang penulis yang pertama kali saya baca.

Sebetulnya, saya gak gitu inget juga buku yang pertama saya baca. Di rumah, orangtua saya memang selalu menyediakan buku untuk mengisi waktu luang kami. Jadi, tidak ada semacam ritual/momen khusus gitu di mana saya 'menemukan' buku. Buat saya, buku tuh memang bagian dari hidup saja, gitu.

Malah kalau dulu ditanya hobi saya apa, saya memang selalu jawab bahwa saya suka membaca dan menulis. Tapi, ada masanya tuh saya merasa hobby tersebut gak seru, kayak cuma melakukan hal yang sewajarnya dilakukan oleh orang pada umumnya. Kayak punya hobi makan, gitu. Sebagai manusia kita memang harus makan, kan? XD

Meski demikian, saat saya mengingat-ingat kembali awal saya membaca, saya jadi ingat bahwa kebanyakan buku yang saya baca itu lebih ke majalah. Saya jadi terbiasa membaca tulisan dalam fase yang cepat, hehe.

Anehnya sih, saya juga suka cerita dengan latar masa lampau seperti tahun 1980 ke atas. Kalau sekarang sih, tahun 1990 juga sudah cukup menarik buat saya. Mungkin nantinya tahun 2000an pun akan menarik buat saya :P

Kembali ke topik mengenai penulis pertama, saya akan menyebut Mira W & Enid Blyton.

Mira W adalah penulis yang paling sering saya baca tulisannya karena banyak di tempat rental buku. Ya ampun, saya cekikikan sendiri mengingat zaman saat saya masih sering menyewa buku. Dulu komik yang sering sewa adalah serial cantik dan Sentaro.

Kemudian karena saya sering nonton sinetron yang diadaptasi dari novel Mira W, saya jadi sering baca novel Mira W. Kalau kalian penasaran, iya, saya baca novel Mira W sejak SD dan saya memang dulu sering nonton sinetron, hahaha.

Beranjak dewasa, saya jadi ingat kalau waktu kecil Mama sering memberikan buku Enid Blyton. Saya sebenarnya agak lupa, tapi saat screening buku Enid Blyton di toko buku, saya jadi ingat kembali.

Makanya, kedua penulis itu jadi penulis favorit saya sampai dengan saat ini. Walau kadang bosan dengan alur ceritanya, tapi saya sudah terbiasa membaca karya mereka jadi selalu enjoy, sih, hehe.

Kalau kamu, siapa sih penulis pertama yang kamu baca karyanya? Baca juga kisah penulis pertama Mpah di sini, ya: Tetsuko Kuroyanagi dan Segenggam Cita-cita.

Tulisan ini menandai tulisan terakhir untuk cerita pertama. Saya dan Mpah sudah mempersiapkan untuk tantangan selanjutnya, dan doakan kami terus konsisten menulis, ya :D

Terima kasih sudah membaca cerita kami!

Cheers,
Zis

Post a Comment

1 Comments

  1. The operate that they carry out can't be duplicated by other materials for their price. Over 50 years ago, it was found that a minimal of 12% chromium would impart corrosion and oxidation resistance to metal. Hence the definition “Stainless Steels”, are these ferrous alloys that include a minimal of 12% chromium for corrosion resistance. This improvement was the beginning of a family of alloys which has enabled the development and development of chemical processing and energy producing techniques upon which our technological society relies. We manufacture and provide extensive range|a variety} of SS 420 metal plates which are made in NURSING BRA accordance with the diverse industrial needs satisfying the worldwide high quality standards.

    ReplyDelete