My sinwas not specifically this or that but consisted of having shaken hands with the devil. The devil held me in his clutches, the enemy was behind me."
Menonton video ini seperti sedang menyaksikan pertunjukan balet/dance yang teaterikal, membuat saya merasa bahwa sepertinya ada pesan yang tersirat tapi dasarnya saya memang tidak bisa mengerti seni, saya tidak bisa mengartikannya, hehe.

Tidak banyak yang bisa saya komentari dari video ini karena rata-rata reaksi saya nonton ini adalah, "Wah, keren banget sih J Hope dance-nya" *ditabok

Saya tidak begitu mengerti apa hubungan dari narasi di atas dengan keseluruhan video, tapi yang saya pahami adalah, bahwa J Hope seperti sedang melakukan negosiasi dengan iblis. Agak ngeri, ya?

Dan kalau menghubungkan dengan MAMA, saya merasa bahwa J Hope memiliki ambisi untuk bisa menjadi sukses dan merasakan dukungan dari orangtuanya, tepatnya sang mama.

Time travel the year of 2006
Crazy for dance, I tightened my mom's belt
Despite my dad's opposition, every time I attacked
Without paying any concern
She floated the small boat of dreams
But I didn't know my mom's support
Was not a open shortcut road
But a road of dreams while gripping debt

Kemudian mari kita bandingkan dengan lirik Boy Meets Evil

The light of my future is dimming
Because of my childish love, I lost my way on a path of dream
The venom of my ambition, I sharpened my knife every day
But because of my uncontrollable greed, my knife became dull

Berdasarkan pemahaman saya, J Hope memiliki ambisi yang besar saat masih kecil untuk bisa menjadi sukses, semacam ada dorongan untuk bisa diakui oleh keluarganya. Baik diakui oleh papanya bahwa ia sukses dan juga menyenangkan mama-nya yang telah mendukung dia sedari kecil.

Di MAMA, disebutkan bahwa Mama adalah tempat dia bersandar, tempat dia mendapatkan kehangatan. Kemudian, fakta bahwa J Hope mengidap penyakit Munchausen syndrome
juga bisa dikaitkan dengan teori saya di atas.

Meski belum diketahui secara pasti penyebab dari Munchausen Syndrome, kebanyakan memiliki kesamaan yakni mengalami trauma di masa kecil. Bisa jadi karena abuse, atau bisa juga hal lainnya.

Yang jelas, symptomps yang paling mencolok dari sindrom tersebut adalah sakit yang terus menerus dan gejala yang berubah-ubah, tapi cenderung "lebay", karena memang tujuannya adalah untuk menarik perhatian orang dewasa, dalam hal ini orangtuanya.

Saya barusan iseng browsing karena penasaran dan menemukan artikel di website sehatQ, ada pemicu lain yang menurut saya menarik untuk diperhatikan juga, yaitu rasa tidak senang terhadap sosok yang memiliki otoritas, seperti orang tua, atau tenaga medis profesional, juga bisa menjadi pemicu seseorang mengalami sindrom ini.

Kalau kalian tertarik membaca artikel lebih lengkapnya, silakan baca di sini: Sindrom Munchausen

Oh ya, menarik juga untuk diperhatikan bahwa di dalam koreo video ini, terlihat beberapa kali JHope seolah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan ada gerakan nyaris mencekik, seolah dia tak punya kendali atas hidupnya dan dia hampir menyerah.

OK, walau tulisan kali ini pendek tapi sebenernya cukup depressing, hahaha.

Saya masih menunggu dan berharap kalian ada yang mau ikutan juga dalam pembahasan ini, lol. Masih panjang perjalanan, lho, guys.

Seperti biasa, kalian boleh tinggalkan komentar di post ini, ke instagram saya @zis.story atau bisa ke Telegram @zissbot

Berhubung tulisan kali ini pendek, harusnya saya gak kasih bonus, ya, hmm..

Tapi karena saya lagi happy, kipas fangirling saya sudah datang, saya akan share ke kalian juga XD



Fangirling-nya paket hemat banget, berhubung gak ada dana lebih, akhirnya disesuaiin sama kebutuhan saja. Saya beli kipas karena butuh kipas biar laptop gak kepanasan selama WFH, dan juga saya beli selotip kertas buat menghias jurnal. Tadinya mau beli lengkap, tapi biar irit, sudahlah pilih satu saja dulu, dan tentu saja pilihan jatuh ke Koya.

Buat kalian yang belum ngeh, Koya alias koala unyu ini adalah karakter yang diciptakan oleh RM untuk BT21. Unyu banget gak, sih? :3

That's all for today, thank you for reading, friends!

Love,

Zis