[Meet the Author] Akiyoshi Rikako + Giveaway!

banner Gitd Hi there! Selamat datang di postingan saya dalam rangka blog tour Girls in the Dark :D

Kalau di blog tour People Like Us saya membahas mengenai genre buku tersebut, sekarang saya ingin membedah buku tersebut dari sisi penulis.

Saya berkesempatan untuk melontarkan beberapa pertanyaan kepada sang penulis. Berhubung saya tidak bisa bahasa Jepang dan sebaliknya penulis tidak bisa bahasa Indonesia, saya perlu bantuan dari tim Haru sebagai penerjemah.

Silahkan disimak, ya. Q1 adalah pertanyaan pertama dari saya, A1 adalah jawaban dari penulis. Begitu seterusnya.



Q1: Berapa lama waktu yang dibutuhkan olehmu untuk menulis buku ini?

A1: Aku membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk menulis naskah ini.



Q2: Apakah kau melakukan riset khusus sebelum menulis buku ini? Jika ya, berapa lama waktu yang dibutuhkan?

A2: Kudapan-kudapan, juga karya-karya sastra yang muncul di dalamnya... sebenarnya riset untuk itu sangat-sangat panjang. Mungkin membutuhkan waktu 2 bulan untuk menyelesaikan risetnya.



Untuk kudapan dan cemilan manisnya, aku banyak bertanya pada Ibu, karena beliau suka membuat cemilan. Untuk karya-karya sastra, aku sampai pergi ke perpustakaan, mencari, dan kemudian membacanya.



Q3: Jika Girls in the Dark dibuat menjadi film,apakah menurutmu bisa dijadikan berseri atau hanya film lepas?

A3: Tentu saja Film!! Senangnya kalau benar terjadi. Ah… tapi drama bagus juga nih (hehe). Tentang aktor dan aktrisnya, mungkin kalian tidak tahu kalau aku sebut aktor Jepang. Tapi, kalau aktor Hollywood, mungkin Kirsten Dunst, atau Nicole Kidman, pokoknya orang yang cantik, tapi punya kemisteriusan.



Q4: Mengapa memilih sekolah katolik sebagai latar cerita?

A4: Mungkin, karena aku pernah bersekolah di sekolah katolik adalah alasan terbesarnya. Tentu saja ada pilihan untuk menulis setting di sekolah putri biasa. Tapi setelah aku pikir-pikir lagi, suasa tertutup sebuah sekolah misi sangat cocok untuk cerita ini, karena itu aku memilih sekolah katolik.



Aku ingin sebuah suasana yang tertutup dan keketatan dalam sekolah.



Q5: Apa ada pesan atau misi tertentu yang hendak kau sampaikan pada pembaca lewat buku ini?

A5: Aku ingin pembaca ikut merasakan kesementaraan, kekritisan, kekejaman dan kecantikan gadis-gadis usia 17,18 tahun. Di umur-umur ini, semua gadis adalah gadis-gadis dalam kegelapan. Bahkan yang umurnya sudah lebih pun dulu juga pernah ada dalam kegelapan ini.



Bukan dalam artian buruk, ya. Maksudku, bukankah semua gadis itu adalah makhluk yang sensitif dan punya sisi gelap dalam diri kita? Hal itulah yang membuat kita, para wanita, jadi terlihat menarik.



Q6: Bagaimana awal cerita kau mulai menulis sebuah cerita?

A6: Aku pernah bekerja sebagai Screen Writer. Lalu novelku diterbitkan pertama kali tahun 2009, 5 tahun yang lalu.



Aku bertekad menjadi seorang penulis novel waktu aku 15 tahun. Bahkan aku mengumumkannya pada guru di sekolah! (hehe). Waktu itu, aku suka membaca dan akhirnya aku bercita-cita suatu saat aku harus menjadi seorang penulis.



Q7: Apa buku favoritmu sampai dengan saat ini?

A7: Die Verwandlung nya Kafka, aku suka. Ceritanya tentang seseorang yang tiba-tiba menjadi serangga waktu bangun pagi. Cerita yang ganjil. Membuatku jadi ingin terus membacanya. Setelah dibaca, bukan hanya ganjil, tapi juga menyimpan sebuah pesan moral yang dalam tentang manusia.



Hanya kata "Luar Biasa" saja yang bisa menggambarkan karya itu.



Q8: Apa yang menjadi pengaruh terbesar dalam penulisan ceritamu?

A8: Akhir-akhir ini aku berpikir bahwa karyaku dipengaruhi banyak hal. Saat aku menulis, aku sering teringat akan kejadian dan hal-hal yang aku dengar dulu dan akhirnya aku menaruhnya dalam karyaku.



Dalam artian itu, bagi seorang penulis sangat penting untuk keluar rumah, berjalan-jalan, bertemu berbagai orang, dan akhirnya menerima suntikan semangat!



Q9: Apa ada kebiasaan khusus saat menulis cerita?

A9: Aku tidak bisa berkonsentrasi kalau ada suara di sekelilingku. Karena itu, aku mengurung diri di kamar dan menulis.



Di antara para penulis, katanya ada yang bisa menulis sambil menonton TV. Iri sekali…



Q10: Apakah hanya berniat untuk menulis genre tertentu?

A10: Untuk sementara aku akan menulis misteri. Tapi, suatu saat nanti, pasti aku akan meluaskan genreku!



Nah, sekarang aku akan membahas alasan aku mengajukan pertanyaan tersebut kepada penulis. Juga, tanggapanku saat melihat jawabannya :D

Q1 dan Q2 sebenarnya saling terkait. Saya penasaran ingin tahu proses pembuatan novel ini. Mengingat kompleksitas dari cerita, saya tak heran penulis membutuhkan waktu sekitar setahun. saat tahu dia melakukan riset untuk makanan dan juga buku, saya semakin kagum. Wah, niat! XD

Q3 merupakan pertanyaan klasik yang sering saya tanyakan ke penulis. Saya merasa setiap penulis tentu punya bayangan tertentu untuk 'pewujudan' dari ceritanya. Saya malah kebayang Girls in the Dark dijadikan TV seri, sepertinya seru, hehehe :P

Saya tidak terlalu terkejut dengan jawaban Q4 karena saya rasa memang itulah alasan yang paling mungkin. Cuma ingin memastikan saja :)

Q5, mirip dengan alasan saya menyampaikan pertanyaan Q3. Saya ingin tahu sensasi apa yang hendak ditawarkan oleh penulis. Cukup berhasil menurut saya, sesuai dengan tujuan awalnya ^^

Untuk Q6-10, lebih ke pertanyaan personal. Yang menarik perhatian saya adalah A9 dan A10. Untuk A9, saya juga sering merasa iri kepada penulis yang bisa menulis di ruangan ramai. Sebagai seorang pemalu (#uhuk), saya bahkan tidak nyaman menulis di tempat umum. Butuh tempat hening dan hanya saya dengan pikiran saya.

Sedangkan A10, aha! Saya memang sangat mengharapkan penulis mengangkat genre lain. Saya senang dengan cara berceritanya. Gak sabar pengen liat cerita yang lain :)




Sekarang saatnya untuk giveaway! Kali ini saya menggunakan bantuan Giveaway Tools. Syaratnya pun gak ribet, tinggal manut sama petunjuk yang sudah disediakan



Hadiahnya? Satu buah buku We Cannot Stop Here dan juga sampul buku Girls in the Dark. Hadiah akan diberikan untuk dua orang pemenang.

Periode giveaway adalah dari hari ini sampai dengan tanggal 15 Juli 2014 jam 23:59.


Dan jangan lupa, masih ada giveaway FINALE!

Hadiahnya:


  1. Paket buku Haru


  2. Pouch dari Emerald Green Label


  3. Totte bag dari Emerald Green Label




Silahkan mengumpulkan potongan puzzle yang sudah tercantum di postingan para host. Rangkai menjadi satu gambar untuk kesempatan memenangkan hadiah menarik dari Penerbit Haru! :D 17_Zelie_Puzzle 1

 

Berikut ini daftar para peserta blog tour yang lain dan harus kamu kunjungi juga untuk kesempatan menang giveaway finale:

16 Juni 2014: Bimo Rafandha | Twitter: @bimorafandha

17 Juni 2014: Riri Hanafi | Twitter: @de2via

18 Juni 2014 : Cut Lilis Rusnata | Twitter: @liezniez_cut

19 Juni 2014 : Linda Zunialvi

20 Juni 2014 : Yoeliana A. A. (Non Inge) | Twitter: @Noninge

23 Juni 2014 : Tammy Rahmasari |Twitter: @alizarinnn

24 Juni 2014 : Annisa Miftakhul Z. | Twitter: @letsread123

25 Juni 2014 : Stefani Sugia | Twitter: @stefanie_sugia

26 Juni 2014 : Ratri Anugrah Sari | Twitter: @smilingnath

27 Juni 2014 : Dian Putu | Twitter: @dianputuamijaya

1 Juli 2014 : Sri Sulistyowati (Peri Hutan) | Twitter: @peri_hutan

2 Juli 2014 : Ni Made Sapta Resita Putri | Twitter: @ResitaPutri_07

3 Juli 2014 : Alvina Ayuningtyas | Twitter: @alvina13

4 Juli 2014 : Luckty | Twitter: @lucktygs

5 Juli 2014 : Siti Robiah A'dawiyah | Twitter: @raindropsiro

7 Juli 2014 : Oky Septya B | Twitter: @okeyzz

9 Juli 2014 : Atria Dewi Sartika | Twitter: @atriasartika

10 Juli 2014 : Andrea Ika Hapsari

11 Juli 2014 : Fenny Herawati

Nah, semoga saja semua sudah cukup jelas :D Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan cek dulu di fanpage Penerbit Haru atau boleh juga mention saya di twitter @miss_zp Selamat bersenang-senang dan semoga beruntung~

<

p style="text-align:center;">Cheers!

book-admirer signature-1

Post a Comment

32 Comments

  1. Zuhelviyani ZainuddinJuly 8, 2014 at 4:19 PM

    Waaaah, aku ada miripnya sama Mbak (?) Akiyoshi Rikako.. Butuh konsentrasi kalo mau nulis dan nggak boleh ada suara-suara. :D Mungkin nanti aku bisa melahirkan karya besar juga. *o* *ngarep* *nggak logic*

    Beberapa pertanyaan Kakak juga ditanyakan sama Kakak dari Blog Tour sebelumnya loh Kak. :D Memang bikin penasaran yaa, gimana penulisnya bisa bikin deskripsi detail begitu. :3

    ReplyDelete
  2. Zuhelviyani ZainuddinJuly 8, 2014 at 4:30 PM

    Aduh, Kak, maaf baru baca pertanyaannya. Aku baru cari di google, frenemy itu,
    ".. Di sisi satu kita berusaha nampak baik berhubungan dengan orang, padahal di sisi lain kita menjelek-jelekkan orang tersebut, bisa di dalam hati saja atau terbuka di lingkungan orang yang sependapat dengan kita."

    Mm, pernah deh kayaknya, Kak. Kan katanya kalo cewek emang kayak gitu kalo berteman, Kak. Pasti ada yang dijelek-jelekin dari temennya. Misalnya, "Cih, nih anak sombong banget sih!", "Nggak suka deh dia bilang begitu tadi", etc. Tapi nggak semua temenan cewek kayak gitu sih. Ada juga yang bener-bener "temen". :)

    Nah, biasanya saya kadang dari awal emang nggak suka sama orang, entah apa sebabnya. Saya tetep manis-manis gitu di depan dia. Kan nggak enak juga pasang muka jutek kalo dia nggak punya salah apa-apa. Tapi yang bikin bingung, kok bisa nggak suka? Hm, saya juga kurang paham. =D Mungkin karena dia lelet atau sinis aneh gimana gitu.

    Ya semoga aja selanjutnya saya bisa jadi temen yang baik buat dia. :)

    ReplyDelete
  3. Frenemy itu Temen tapi Musuh. Ngomongnya sih temen tapi dibelakang nusuk brooo . Dia itu musuh yang tak terlihat dan jelas lebih berbahaya daripada musuh yang sudah tampak nyata di kehidupan kita. Frenemy Punya gk yaaa? ada sih temen ya kalo didepan itu baik tapi nyatanya dia ngomongin kita ( maksudnya me and the geng) padahal dia juga satu geng jg ama kita . Ya untung aje ya nih temenku yg diajak ngomongin me and the geng malah ngomong ke kita , jadi ya kita tahu dia orang seperti apa . Dia itu hidupnya nomaden pindah" temen mulu entar gabung ama me and the geng dia ngejelekin temennya yg dulu trus kalo ada masalah ama kita pindah ketemennye yg dulu trus ya gitu dah ngejelek jelekin kita. Dia itu orangnya cari perhatian banget apalagi sama guru , masak bikin surat gitu dia itu nyontek eh fotocopy lah lawong kalimatnya sama ama aku tapi dia dapet B+ dan aku cuma dapet B adilkah itu ?. Belum lagi kalau ulangan dia si diem tapi matanya kemana mana sampe kalau pertanyaan pendapat gitu jawabannya sama . Dan yang paling parah dia itu kan nawarin pesen jaket yah aku percaya lah trus waktu kita mau ambil jaket waktunya diulur ulur ama dia , ya trus di waktu yg udah ditentuin dia ijin mau ngambil ,kita tungguin sampe beberapa jam tp dia belum balik , disms katanya masih perjalanan , kemudian temen kita ada yg mau nyusul kesana dan minta alamatnya dikasih dong temenku langsung cabut padahal tempatnya jauh lg panas panas pula , nah trus kita nyobalah telpon dia lah dalah ternyata diangkat ama kakaknya padahal dia perginya sama ayahnya , dan karena kita curiga diem diem aja kita kerumahnya Jreng jreng jreng dia ada dirumah yeee dia udah bohongin kita , Marah dong kita dan itu gk bakal kita lupain sampe kapanpun . Nah ada lagi nih temen ya udah tau kelas kelas lain lg ada kasus nah kelasku kan gk kena tuh trus aku kan nge warning mereka udah jangan ikut ikutan entar malah kena juga ettt daah baru beberapa hari aku ngomong tiba" aku tau dari temen sebangkunya dia ikut" an bikin kasus diem diem setelah aku kasih warning, ya jelas dong aku marah njiiir dimarahi sih diem ya kayak ngedengerin gitu tapi ternyata dia nyindir nyindir aku status aduh ati panas ya udah aku sindir balik pake kalimat yg lebih pedes , abis gitu dia sms aku . beee sejak saat itu aku diemin dia dah udah terlanjur marah . Entahlah ini termasuk frenemy atau enggak ya tapi kalau aku sih nganggep iya.

    ReplyDelete
  4. Frenemy? Baru tau kali ini dan langsung googling. Menurut beberapa artikel yg aku baca sih, frenemy itu semacam teman yang jadi musuh, menusuk dari belakang, musuh dalam selimut. Frenemy adalah musuh yang tak terlihat dan jelas lebih berbahaya daripada musuh yang sudah tampak nyata di kehidupan kita. Menghadapi musuh tentu saja kita akan membuat berbagai macam strategi dan meningkatkan kewaspadaan. Sedangkan bagaimana dengan frenemy? Tindak tanduknya tak dapat kita lihat dengan kasat mata.

    Nah kalau semacam itu sih aku pernah ngalamin dulu, bukan aku sebenernya tapi temenku. Temenku namanya anggap aja si A, trs ada temen lagi anggap si B. Nah mereka berdua suka cowok yang sama, sayangnya si B ga mau ngaku, sedangkan si A bilang blak-blakkan. Tapi… si cowok ga suka(kayaknya) sama mereka berdua, dia cuek gitu. Awalnya si A dan si B lumayan dekat, tapi tiba-tiba mereka jadi musuhan gara-garanya rebutan tuh cowok, si A sampai difitnah beli tinta spidol(buat spidol whiteboard ituloh kak) dan ga bayar. Kronologisnya gini, ada orang yg beli tinta atas nama si A, bilang ga bawa uang jadi bayarnya besok aja, nah yg jaga koperasi orangnya baru, mana tau satu-satu anaknya. Katanya sih, gerombolan enam anak gitu, dan emang gerombolan si B ada enam. Jadi, mungkin sih dia. Padahal temenku si A itu kak ga pernah beli tinta gituan, buat apa? Dia kan bukan pengurus kelas, tapi beberapa hari kemudian, dia dipanggil ke koperasi disuruh bayar, untungnya sih si bu koperasi ngerti dan bilang “Gpp, bukan kamu yg salah ga usah bayar”. Tapi masalahanya, cowok yang ditaksir si A keburu percaya kasus itu kalau si A nyuri(soalnya beli ga bayar), dia ngejelek-jelekin si A “cewek pencuri”. Temenku si A itu sampai nangis, gimana enggak, dia kan suka sama tuh cowok meskipun si cowok ga pernah ngerespek dia, sekarang malah ditambah dikatain “cewek pencuri”. Kebayang ga gimana sakit hatinya si A?

    Kisah itu terjadi pas aku kelas delapan SMP dan masih jelas aku ingat sampai sekarang, soalnya mirip di sinetron2 sih :p

    ReplyDelete
  5. Haduh, tadi aku komen di linknya. Komen di sini ya ternyata?
    Frenemy itu teman sekaligus musuh.
    Aku punya Frenemy dlm hal ini bukan yang berarti negatif lho ya. Dia sahabat dekat sekaligus saingan terberatku. Dia patokanku dalam hal prestasi di sekolah. Kebetulan atas ijin Tuhan dari SD hingga SMP kami selalu sekelas. Ototmatis kami selalu bersaing dalam hal meraih peringkat di sekolah. Aku tipe pemalas yang tentu saja malas belajar andai kata nggak ada dia pasti nilaiku di sekolah bakal biasa-biasa saja. Tapi karena ada dia, setiap ngeliat dia nilainya jauh lebih bagus atau tahu peringkat dia di atasku rasanya tibul keingin pengen ngalahin.

    Hana Pratiwi

    ReplyDelete
  6. jujur, baru denger nih kata frenemy, teman tapi musuh ya kan? hehe. berdasarkan hasil google dapet ini nih :p "Frenemy itu aku pakai untuk mengistilahkan friend yang ternyata adalah enemy. Okelah, dalam bahasa Indonesia boleh disebut dengan TTM... Loh kok? Maksutnya bukan Temen Tapi Mesra (kayak lagunya Ratu), tapi Temen Tapi Musuh... Jadi kalo kamus Ing-Ind ada revisi, kata Frenemy ini bisa dimasukkan sebagai noun yang artinya adalah Teman Tapi Musuh (TTM)."

    Pernah, waktu SD sekitar kelas 5/6 gitu hihi. sebenernya ceritanya singkat, namun masih membekas sampai sekarang nih (ceileee). jadi dulu begitu masuk kelas 5/6 gitu ada teman yg blak-blakan ngomong ke aku "eh kata xxx kamu suka nyontek ya" :( dibilang begitu siapa yang nggak sakit hati sih. maksudnya, kenyataannya kan nggak begitu ya :) jadi kan jelas di belakang ada yang sebar rumor-rumor gak jelas begitu. dan karena semua anggap aku teman, jadi si xxx bisa disebut frenemy kah? hehe

    ReplyDelete
  7. Frenemy: Friend that being Enemy? Musuh dalam selimut? Serigala berbulu domba? Ganteng ganteng serigala? (?) haha

    Menurut saya ya sesimple itu. saya gak mau ngomongin lebih lanjut tentang teman yang menusuk dari belakang atau semacamnya. cukup tau dan "hey look she's doing something to kill me! haha"
    Pengalaman terkait? Alhamdulillah, Anda menemukan orang yang tepat!
    Bukan cuma satu kisah untuk satu orang, orang yang saya percayai menikam lalu mencabut kemudian menikam lagi pisau tak kasatmata ke punggung saya. Dan saya cuma bisa bilang "oohh" untuk semua itu? ya, saya bodoh dan menyesali semuanya! se simple itu.
    saat seperti:
    1. kelas saya diberi tahu untuk membentuk kelompok. saya yakin teman terdekat saya akan berkumpul tanpa harus saling lirik. dan...?? disanalah saya lihat satu orang yang saya selalu bela, berkata "aku kelompok sama dia ya", "okee" dan dia membiarkan saya kelimpungan mencari anggota lain. karena apa? mungkin dia berfikir kelompok itu lebih pintar dari kami? okay, kalo setelah itu dia memutuskan untuk tidak bersahabat atau kalau boleh, tidak usah menyapa ku lagi. tapi baru lewat beberapa hari, dia datang dan berkata "temenin yuk, dia lagi ga bisa, aku telfon ga diangkat" oke, frenemy yang punya frenemy. tapi kenapa dia harus datang lagi padaku?!
    2. aku rasa aku sudah mempunyai teman curhat terbaik di dunia. walau yang paling sering bercurhat bukan aku, tapi aku cukup senang dengan kedekatan kami. dan suatu saat temanku itu bercerita tentang seorang teman lain. teman yang dulu dekat denganku. aku tak keberatan, bila kami bersama bertiga, pasti akan mempererat persahabatan diantara kami. sebagai teman yang baik aku menceritakan segala hal tentang teman lama ku itu. jika ia ada masalah, aku akan memberikan saran cara menghadapinya, tapi suatu hari dia berkata "jangan bilang kita berangkat bareng ya". dan aku menyesali kenapa aku harus duduk di motornya. ternyata dia hanya meninggalkanku untuk teman lamaku itu. mungkin teman lamaku masih punya dendam sampai ia ingin merebut semua yang di dekatku? monopoli persahabatan. aku benci percaya seseorang.
    3. sangat ikhlas kalau saya memberi sesuatu pada teman sekelas. saya percaya mereka akan memberikan hal yang sama baik untuk saya. tapi saya gak pernah percaya kalau mereka menyembunyikan sesuatu dibelakang saya. sampai susah payah mereka sembunyikan dan reaksi saya hanya "haha.. sudah ketahuan! payah! kalau berani dengan tindakanmu, tunjukkan semuanya! kamu menyembunyikannya karna kamu salah kan? dan kamu tau itu!". saya gak pernah mengucapkan langsung kesalahan mereka, saya hanya mengucapkan beberapa sindiran. yang sebenarnya sangat kasar, agar mereka menyadari apa yang perlu diperbaiki. tapi salah, sepertinya saraf otak mereka sudah dilapisi oleh baja paling kuat no.1 di dunia.

    Dan semua itu cuma bisa saya tanggapi dalam diam sambil mengamati. Hufftt,, untungnya nih, saya punya temen yang saya katain apa aja mau. kalo saya muak sama temen lain dan bikin saya kesel (sampe mau nangis juga), saya akan habisin waktu ama 2 orang terbaik sisa-sisa kepercayaanku itu. bisa bikin aku ketawa terbahak-bahak sebagai alasan untuk ngeluarin air mata. jujur masa SMK itu yang terburuk, sering sekali airmata menggenang, banyak sekali hal-hal diluar nalar pikiranku tentang temen-temen yang kupercaya.

    Semoga, cukup ampe disini aja penderitaan soal temen. Aminn.. :)

    ReplyDelete
  8. Frenemy itu musuh dalam wujud teman. Sebenarnya sih Frenemy ini tergantung bagaimana pendapat masing-masing orang saja. Kalau untuk saya sendiri, Frenemy ini punya makna yang tidak selalu buruk. Dan lagi tiap-tiap individu sepertinya akan berpotensi menjadi Frenemy jika dihadapkan pada suatu challenge. Ya nggak? (Nggak? Masa'?) Misal nih, sengotot apapun kita bilang, "si A ini sahabatku yang terbuaeeeeeekkkk, aku nggak akan pernah curangin dia." tapi kalo ternyata suatu hari kita dan si A ini lolos jadi 2 kandidat terakhir dalam olimpiade Matematika, pastilah dikit-dikit kita akan menampilkan sisi buruk kita. Katakanlah kita pergi ke profesor Matematika dan dapat rumus jitu utk ngerjain soal. Nggak akan mungkin kan kita bagi-bagi rumus itu ke si A? Atau kalau contoh saya terlalu kasar, minimal adalah keinginan dalam batin kita supaya si A kalah. Iya to? (Nggak? Masaaaaa'?)

    Kalau pengalaman pribadi sih, saya belum ada. Minimal saya belum pernah ada challenge yang melibatkan saya sama sahabat sendiri, nggak tau lagi sih kalau saya yang dicurangin dan sayanya nggak peka hahahaha~ Makanya tadi saya buat pengandaian. Kejam ya pengandaiannya? Iya sih, kejam. Tapi emang itu sih yang sering terjadi di sekitar saya :)

    ReplyDelete
  9. haaiiiii, udh lama gak main ke blog kakak sejak UN hihi :D
    walau ketinggalan blog tour ini tapi masih semangat dong
    thanks yah kak buat blogtour sama GA nya cc juga deh ke @penerbitharu :3
    semoga sukses deh GA kali ini :)
    baru tau sih kak apa itu Frenemy :D frenemy = kawan walau lawan?
    kebetulan sih enggak, soalnya aku tipe orang yg kalo emg suka yg temenan tp kalo gak sejalan, yah mending nge-jauh, gak ribet kan? ketimbang temen makan temen lebih baik saling menjauh aja kak :)

    ReplyDelete
  10. Aku tau frenemy dari buku, frenemy itu gabungan dari kata teman + musuh = teman tapi musuh, ya semacam backstaber, dan pengkhianat. Aku juga belum pernah kok punya frenemy, aku anggap semuanya teman baikku,

    terima kasih :)

    ReplyDelete
  11. Frenemy? Saya baru baca istilah ini. Langsung nyari di google. Eh ternyata saya udah tau definisinya tapi ga tau kalo namanya frenemy, taunya bermuka dua atau serigala berbulu domba *halah dangdut* Huahahaha. Kalo ditanya pernah punya pengalaman atau tidak, hmm pernah. Ceritanya tahun lalu. Ada seorang cewe, temen kampus, sebut saja si A. Kebetulan kami satu tempat kursus bahasa inggris. Dia ini anaknya ambisius dan rajin. Tapi saya seneng temanan karena bisa ketularan pinter. Minusnya, dia ga suka dikalahkan dalam bidang akademik. Suatu saat, waktu tryout, kebetulan skor saya lebih tinggi 5 poin dibanding dia. Padahal saya jarang dengerin materi, sedangkan dia selalu duduk depan dan aktif menyimak. Habis pengumuman, dia ngomong ke teman saya yang lain (sebut saja si B), dia ga terima dan akan mengalahkan saya. Saya sih sebenernya ga denger, tapi kemudian si B ngomong sama saya. Saya sih pura-pura ga tau aja sih saat di depan si A. dia sendiri juga bersikap layaknya teman biasa. Tapi kalo udah ujian dan semacamnya, duuuh saya adalah orang pertama yang si A investigasi progressnya. Pernah juga saya disindir kasar (bukan halus) tentang skripsi saya yang jalan ditempat sedangkan dia usah mau yudisium *halah malah curhat*. Wah sakit hati sih, tapi yasudahlah saya biarin, toh yang penting saya enjoy menjalani hidup. Sekian terimakasih :)

    ReplyDelete
  12. Aku baru googling definisi frenemy. Baru dengar istilah ini ^.^ Dari Wikipedia,ada 2 definisi :
    1. Musuh yang berpura-pura baik sebagai teman (bermuka dua), atau
    2. Teman tapi sekaligus saingan

    Aku sering sekali mendapat pengalaman terkait frenemy.

    Waktu aku kecil, ada sahabat yang sekaligus rival nilai. Dia sangat ramah dan pintar. Walaupun kami selalu bersaing nilai selama SD hingga SMP, tapi kami sangat dekat dan berhubungan baik =)

    Waktu aku kelas 3 SMU, ada teman wanita yang cantik, kaya, temannya banyak. Dia kelihatan ramah dan sopan, selalu menyapaku. Tapi, aku terkejut sekali ketika tiba-tiba aku dipanggil guru matematika dan dimarahi habis-habisan. Ternyata,temanku yang cantik ini menjelek-jelekkan aku di belakangku. Aku dibilang tidak mau bekerja sama dengan dia terkait lomba mata pelajaran, padahal aku tidak seperti itu. Penyebab utamanya, ia kesal karena merasa nilai pelajarannya tersaingi karena kau murid pindahan dan ia juga marah karena aku tidak mau diajak jalan-jalan malam hari. Aku punya jam malam yang harus aku patuhi, lewat jam 7 malam aku tidak boleh keluyuran dengan teman O.o Teman wanita yang ini benar-benar menjengkelkan. Aku sampai diserang dan dimusuhi oleh 2 kelas. Aku berusaha mengajaknya bicara baik-baik, sampai aku minta maaf kalau aku melakukan kesalahan tanpa aku sadari. Dia malah diam saja. Bahkan dia terus menjelek-jelekkan aku ke wali kelas. Benar-benar frenemy yang sulit diatasi =)

    Aku juga pernah punya teman dekat, si A yang sekaligus partner kerja kelompok. Suatu waktu dia bad mood dan memarahiku habis-habisan. Katanya aku tidak serius, tidak pernah meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas. Aku sampai menangis. Temanku yang lain, yang kebetulan melihatku menangis berbicara padaku bahwa A hanya cemburu karena aku sering digosipkan pacaran dengan si B.Padahal aku tidak ada hubungan apapun dengan B.Lama-kelamaan kemarahan A reda (setelah berbulan-bulan) ketika dia benar-benar sadar bahwa aku tidak pacaran dengan B. Aku bisa mengerti perasaan A, walaupun dia berpikir terlalu jauh =)

    Frenemy tidak perlu ditakuti, walaupun frenemy seolah-olah bisa menikam kita dari belakang. Frenemy seperti tsunami dalam persahabatan, tak terduga, seperti ledakan perasaan =) solusinya, ajak bicara baik-baik dan berusaha mengerti perasaannya.

    Terimakasih banyak atas ask author dan giveawaynya yang menarik =)

    ReplyDelete
  13. Bismillahirrahmanirrahim, semoga aku beruntung^_^
    Frenemy artinya temen tapi musuh. Bilangnya sih friend, tetapi kok sikapnya enemy? Hayoo hehe.
    Aku punya pengalaman kak terkait frenemy, dia suka memuji untuk menjatuhkan aku. Tapi, memuji untuk menjatuhkannya itu membuat aku kesal, ya apa boleh buat, aku diam saja. Kalau aku melawannya , takut terjadi keributan-.- Anggap saja, angin lewat hehe Terus, pernah temanku selalu meminta bantuan untuk diajarkan pelajaran misal, pelajaran mtk. Kalau dia ada PR minta bantuan ke aku. Tapi, disaat aku tidak bisa mengerjakannya, dia tidak mau membantunya. Kesel!! Temenku itu nggak mau berkorban, maunya nyari keuntungan melulu dari aku. Prinsipnya "Kalo bisa nggak bayar, knapa harus bayar." Lalu, ada lagi nih, temenku yang nggak pernah mau disalahkan. Selalu merasa bahwa dirinya adalah yang paling bener dan selalu menghindari tanggung jawab. Udah tau salah malah tetep aja ngotot, bahwa itu benar-_- Tapi, dibalik teman2ku yang 'Frenemy', Alhamdulilah masih ada yang tidak seperti itu xD

    ReplyDelete
  14. Teman tapi musuh? Sebenarnya aku baru tahu kalau itu disebut frenemy hehe.
    Adaaa!! :((
    Jdi gini, aku lg naksir sama sahabat sendiri, dan ada temen sekelas yang juga naksir sama dia (yailah ketauan banget! soalnya si cewe ini modusnya tralala-trilili gitu). Inisialin aja cewe ini si O. si O ini sebenarnya temen aku, dulu sempat dekat, tapi sekarang enggak!! Aku nggak suka sama sikap dia yg bermuka dua! Kalau di hadapan sahabat cowo aku, dia doyan senyum-senyum nggak jelas gitu, terus ramaah banget! Suka nyapa, so'soan easy going gitu deh! Padahal, huffeet! Palsu banget! *astaghfirullah jadi kebawa emosi gini :(* .
    Bayangin aja, ada cewe sahabat aku, yg sebenernya dlu prnah jd temen dket si O, di delcon gitu aja dari BBM, apa coba maunya? (Untung aku ga berteman di BBM sama dia)
    Yg betenya lagi dia itu doyan nebeng pulang pergi sama sahabat cowo aku, dengan alasan inilah itulah! Pokoknya kaya cewe genit itu, padahal subhanallah pakaiannya baguus! Kerudungnya panjang!! Tapi kelakuan naudzubillah~ Terus untuk masalah nilai dia juga pelit banget :'( , mentang" pinter dan deket sama dosen, tp pelit bagi-bagi info!!
    Trus nyebelinnya, dia nggak mau kerja orgnya! ga mau turun ke lapangan! Mau enak doang. Dia kan jd wakil bendahara buat Mabim Jurusan gitu, sekaligus merangkap jd penanggung jwab Danus, tapi kalau disuruh ngedanus dia ogah, dia bilang itu urusan bendahara 1 ! Eh klo si cowo yg nyuruh dia kaya yg oke oke gitu. Aduuh pokoknya klo Kakak ketemu org kaya dia, sumfeeh rasanya ingin nyekek!!
    Nyesel pernah temenan sama orang kaya gitu!

    (Astaghfirullah :(( semoga puasaku nggak batal deh udh curhat gitu. huaaa)

    ReplyDelete
  15. Baru denger istilah ini dan langsung googling arti frenemy itu apa :3 , lalu akhir nya nemu 1 blog yg bahas soal frenemy dr google dan aku jadiin itu refrensi.
    Jadi kurang lebih di bahasnya itu tentang seorang teman yang kelihatan baik tp ngejelek2in di belakang,terus hanya mau enaknya aja dari kita,manfaatin kita,dan lainnya.
    Lalu dari beberapa poin2 yg aku baca aku nyimpulin,ternyata aku pernah juga mengalami frenemy ini. *mulai curhat, jadi waktu masi sekolah dulu aku punya temen sebangku, awalnya si dia baik gitu ya selalu ngajak ngobrol dll deh,tp lama2 jadi keterusan gitu dan jd sangat ganggu aku dengerin guru saat pelajaran,nah otomatis jadi sering aku cuekin,nah setelah bbrapa lama aku cuekin trs dia tbtb pindah tmpt duduk gitu sbntr ke tmpt temen yg mau denger celotehan dia,dan aku sendiri jadinya. entah si ini bisa di sebut frenemy atau ngga,tp yg jelas menurut ku teman sebangku ku di sini cuma mau dirinya sendiri yg di peduliin,sampai2 karena aku ga dengerin dia,dia jadi pindah dan cari temen baru ( langsung ninggalin ), karena hal itu juga dia suka ketinggalan pljrn dan aku suka bantu dia kerjain tugas2 nya yg ketinggalan ( pernah juga bener2 tulisin soal&jwbn nya khusus buat dia ) dan *maaf sampai pada akhirnya teman sebangku ku ini tinggal kelas.
    lalu selain itu kejadian teman sebangku aku jg pernah mengalami nya sama teman les yg SMA nya 1 sekolah dan 1 kelas. Jadi kejadiannya pas kami 1 kelas di SMA, karena aku anak dalem ( SMP nya di sekolah itu ) jadi aku kenalin temen les ku ini ke temen2 SMP ku yg SMA nya jg di sekolah ku itu. Lalu lama2 dia jadi lebih deket sama temen2 SMP ku ini,waktu di kls posisi duduk kita depan belakang,lalu karena aku ga terlalu banyak ngomong di kelas,tb2 aku liat tas ku di pindahin ke depan kurang lebih 2 meja plg depan di kelas ( tadi nya paling belakang sama temen les ku ini ) dan aku sendiri. Lalu karena temen les ku ini temen ku juga,aku suka denger dari temennya kalo dia itu ngomongin aku ga asik,ga seru,diem trs,orang nya malesin,dll. Jujur aja sih itu sedih banget,padahal waktu dia ada masalah dan dia minum bir sampe mabok dan muntah2 di satu tmpt,temen2 SMP ku ( skrg uda jadi temennya dia ) pernah manggil aku dan saat itu aku tenangin dia dan bantu dia nyeka muntahnya dan suruh dia minum air putih,susu tedy bear kalengan warna putih ( katanya bisa buat netral dr mabok ) ke dia. Sekarang sih uda ga deket sama dia,uda beda kubu permainan sama dia :3 hehe
    Tapi meski di perlakuin kaya gini,aku dapat teman yang baik juga dan bener2 care sama aku skrg jadi rasanya aku puas2 aja,trs dari frenemy juga aku jadi belajar berkaca diri,jadi tau oo begini toh rasanya di perlakuin kaya gini,ga enak ya dan sebisa mungkin ga mau ngelakuin itu ke orang lain :)
    *maaf kak kepanjangan >.<"

    ReplyDelete
  16. frenemy? aku baru denger kata ini dan lngsung cari tau di mbah google dan intinya kaya gini "Temen yang di depan kamu kliatan baik, suka muji2 kamu, tapi di belakangmu ternyata ngomong yang jelek2 tentang kamu"

    pengalaman ttng frenemy yah.. ada sih...
    jadi ceritanya waktu kls 12 kmren, ada temen skelas aku (sebut aja si A). namanya jg 1 kls pastinya sering 'ngegosip' bareng.waktu itu kita (aku sama temen yg lain) lg ngumpul2 curhat2an, eh tbtb si A nyeletuk ngomongin temen, (masih satu kelas jg, pngil si B aja lah). intinya mah si A itu ngomongin kejelekan si B. katanya si B begini lah begitu lah, si B itu sbnernya ga suka sama kita dll. abis itu kita tanya lngsung kan ke si B nya, apa bener yg diomongin si A itu. dan B jg kaget, si B ga pernah bilang kaya gitu. malahan si B cerita kalo si A itu sering ngejelek-jelekin kita. bingung kan kita. ke kita si A ngomongnya begini, ke si B ngomong begitu. nah smnjak itu kita ga pernah lg percaya sama omongannya si A itu.

    ceritanya blm selesai. stelah kejadian itu si A jd penyendiri. salah satu dari kita nanya "kenapa diem aja?" dan si A jawabnya "gpp kok". tp udh bbrp minggu dia ttp kayak gitu. kita pun udh bbrp kali nanya dan jawabannya pun ttp sama "gapapa". tapi yg bikin aku kesel banget adlh si A itu cerita ke wali kelas kalo dia ngerasa dijauhin sama kita. ya kali... trus yg kmren2 dia anggep apa? walaupun si A udh begitu sama kita, tp ngeliat dia kayak gitu jg kasian. udh baik2 kita nanya ada apa tp dianya yg ga mau cerita, yudh kita pikir emang ga ada apa2. pdhal yg masalah pertama aja si A itu blm ngejelasin ataupun minta maaf, eh.. udh cari masalah lg aja.
    ga ngerti deh sama pikiran dia ><

    ReplyDelete
  17. Belum pernah denger. Tapi baca dari komentar temen2 sebelumnya, Frenemy tuh kayak penjilat ya. Ih, mengerikan punya orang terdekat kayak begitu.

    ReplyDelete
  18. Frenemy? Jelas tahu lah, teman sekelas aku frenemy semua tuh. Wahaha, apalagi pas tau sekarang kelas 11 ditempatin di XI MIIA 3, master semua, waaahhh... saingan makin berat Kak.

    Kalau ditanya pengalaman frenemy, mungkin masalah teman sekelas yang saingan nilai sih udah biasa, saingan gebetan sih udah biasa. Mungkin kali ini teman cowok ya. Istilahnya mungkin bukan FRENEMY, tapi ENEMYFREN, karena kami musuhan dulu kemudian jadi sahabat.

    Namanya Wifqi. Ketika kelas 8 SMP, kami sebenarnya beda sekolah, cuma pernah ketemu pas ajang perlombaan gitu. Waktu itu aku suka sama dia, entah apa yang mendasarinya, cuma aku suka aja, padahal ya dia pas SMP tuh alay banget, deketnya sama cewek, matanya blo, pipinya chubby, pokoknya nggak nyenengin banget lah untuk disukai, kecuali fakta bahwa dia memang ganteng, mweheheh. Sejak SMP itu, kami ribut terus di facebook, saling ngejek ala remaja alay saat itu, pokoknya rival banget lah, sok-sokan membenci satu sama lain padahal kenal juga belum.

    Tapi, menginjak SMA, ternyata kami satu sekolah, dan lebih kerennya, satu kelas. WOW!! Di kelas X MIIA 4. Ada rasa yang mengejutkan ketika seorang musuh SMP, bisa satu kelas gini. Tapi, saat itu kami udah baikan sih, jadi nggak ribut-ribut lagi. Sekelas sama Wifqi bikin aku kenal betul dia, aslinya baik dan alaynya udah sembuh. Dia juga tambah ganteng, sayang udah punya pacar. Malah, kalau lagi ngobrol bareng, kami kadang suka mengenang masa pas SMP itu, masa lagi ribut-ributnya, bukannya apa, tapi malah ketawa sendiri kalau ingat ternyata hal itu nggak penting. Lebih dari itu, kami malah jadi sahabat, kadang aku pura-pura suka lagi sama Wifqi, deket banget lah untuk ukuran temen, tapi nggak pernah bikin Delia-nya cemburu kok. Ibaratnya, aku cuma bener-bener sahabat buat Wifqi, dukung Delia-Wifqi untuk tetep langgeng, tapi ya caranya gini deh. Hehehh..., anyway aku sih mendeskripsikan frenemy bukan seorang yang bermuka dua, penjilat, apalagi pengkhianat, tapi teman yang sama-sama bersaing karena punya tujuan yang sama, prestasi.

    ReplyDelete
  19. hm frenemy ya? tau dong *baru search google wkwk*. kalo temen yang kayak gitu alhamdulillah belum (dan semoga tidak) terjadi denganku. ada sih dulu temen deketku, tapi nggak sampai frenemy. cuma aja dia iri gitu sama aku, dulunya deket lama-lama menjauh. yah gara-gara nilai juga... dia rajin banget orangnya, rajin belajar, rajin les juga, sementara aku nggak pernah les, malesan juga, jarang belajar tapi nilaiku lebih bagus dari dia gitu (dengan cara jujur lho :3), ditambah lagi aku orangnya supel jadi banyak deket sama guru gitu sementara dia pendiem, jadi kalo ada lomba-lomba aku yang diikutin..
    kalo masalah frenemy yang aku temuin, malah guruku yang mengalami... jadi ceritanya aku deket nih sama 2 guru dan guru itu mengampu mapel yang sama (waktu SMA dulu).. jadi waktu aku deket sama guru A, dia suka nyindir dan jelekin guru B, dan waktu aku deket sama guru B, dia jelekin guru A.
    haha lucu deh. apalagi aku paling geli waktu mereka saling bertemu..... wah sok akrablah mereka.... aku suka nahan tawa kalo liatnya... aku tau mereka nggak saling suka, tapi ya gitu kalo ketemu wkwkwk

    ReplyDelete
  20. frenemy...hmm kayanya pernah, pas itu aku masih kelas 2 SMA, dia adalah teman dekatku, teman semejaku selama hampir 2 tahun di SMA, dia memang lebih pintar dariku, aku akui itu, tapi ketika aku mendapat nilai yg lebih baik dari dia suatu hari, dia seperti tidak suka dan mendiamkanku, aku juga sedikit sebal dengan tingkahnya yg memang sedikit egois dan kegedean gengsi, tapi hari ke hari aku mencoba menerimanya dan setiap dia mendiamkanku, aku juga pura-pura cuek, hasilnya; dia selalu mengajakku ngobrol duluan kalo udah capek ngediemin aku,
    sekarang kita udah lulus dan kemarin dia minta maaf padaku, hanya minta maaf tanpa mau menjelaskan mengapa dan apa salah dia sehingga harus minta maaf padaku, mungkin dia masih malu mengakui kelakuannya dahulu.

    ReplyDelete
  21. Jawaban :
    Ouwh, br tw nama istilahnya :3 klo org bermuka dua Itu dsbt friend-enemy .__. Klo org spt ini sbnrx bnyk. Aq kdg ga sngja mndengar se2org mmbicarakan seorg lainx di tengah2 klompoknya, di sisi lain ketika tdk sdg dg tmn2x, ia balik mmbicarakan tmn2x yg lain d dpn teman lainnya. Aku ga hbs pikir knp ia bs berbuat hal spt itu & aq hanya terdiam melihat tingkahnya.
    Salah satu pengalamanku adl ketika salah satu tmn yg lumayan dekat dgnku meneloponku (sebut sj dia P), P bertanya mngapa namanya tak tercantum dlm makalah tgs klompok hingga ia ditanya oleh dosen MK, aq mnjwab tdk tw krn mmg bkn aq yg mmbuat bagian cover. Esoknya, aku mendpt cerita dr seorg tmn bhwa P smpat cekcok mulut dg salah satu tmn klompokku, kmrn mmg aku tdk ad kelas jd aq tdk k kampus jd aq tak bgitu tw ap yg trjadi. Tp yg lbh seolah menusuk hatiku adl ketika tmn-ku mnceritakan bhwa P sempat mngucap kata kasar tepat stlh mnutup teleponnya dgnku. Yup, tmnku kbetulan berada d dekat P saat P mneleponku, jls kata kotor tsb ditujukan padaku. Aku heran pdhl, tmn lainx jg ad yg namanya tak tercantum tp mndiskusikan baik2 dg klompokx. setelah mndengr pernyataan tmnku it aq diam sj & tak mmpermasalahknnya, aq pura2 tdk tw. Aq bkn org yg suka mmperpanjang mslh. Aku hanya berharap P menyadari bhwa ia melakukan hal salah.

    ReplyDelete
  22. haiii kakak @miss_zp saya datang kembali hehe..
    masih nge-bahas frenemy? oh absolutely :D
    frenemy = friend as enemy
    sebenarnya sih aku gak punya pengalaman perihal frenemy tapi yah jangan sampe deh :)
    frenemy itu temen makan temen, itu artinya lo temenan dengan dia tapi lo juga musuh di belakang dia. dasar lo! -_-
    buat yang lagi ngalamin frenemy ini aku ksh saran aja deh, mending usaiin aja temenan kalian, ketimbang kalian saling tikam dari belakang, kan gak enak?
    ibaratnya tuh srigala berbulu domba si frenemy ini. tapi jangan ditiru loh, kalo kalian gak suka yang bilang aja gak suka dengan baik2 ketimbang saling sakit menyakiti :D
    berhubung aku gak punya pengalaman seputar frenemy jadi aku cuma bisa komen dari pendapat subjektif aku, hehe tapi yang terbaik yah cuma kalian yang tau :3

    ReplyDelete
  23. Apa kamu tahu arti frenemy? Jika pernah punya pengalaman terkait frenemy, ceritakan di kolom komentar ya :)

    Frenemy ya kakak ?? Sebelumnya aku belum pernah dengar kata 'frenemy' itu tapi setelah kulihat dari komentar temen2 di blog ini berarti 'frenemy' itu ' friend as enemy ' .. Kaloo diartikan sihh berarti teman sebagai musuh berarti maksudnya orang bermuka dua alias munafik, nusuk dari belakang ,dan banyak lagi yg ngedeskripsiin 'frenemy' itu ..
    Jika kakak bertanya soal pengalaman 'frenemy' itu bagiku belum ada kakak , rasanya belum ada ya kejadian 'frenemy' itu , jika ada mungkin ga parah parah amat .. Seperti ' ngebocorin rahasia yang ga bisa dibilang rahasia banget atau rahasia biasa saja ' ada sihh kakak , tapi yang kejadian feelnya 'frenemy' yang kuat banget sepertinya aku belum ngalamin tapi semoga aja kedepannya juga gak ya , kak :D aamiin :)
    Tetapi kalo pengalaman sekitar sihh , aku pernah denger dan liat kakak :) seperti kejadian di sekolah bahkan di drama , sinetron , cerita , ama film :D kalo di kelasku dulu sewaktu kelas 2 sama 3 SMP itu sering kakak kejadian 'frenemy' itu ,, dia itu anak baruu , cewek malahan .. Dia itu busuk banget .. Didepan berlagak sopan , baikk , apalah gitu didepan guru atau teman lainn tapi dibelakangnya busuk . Berlagak punya teman geng geng_an tapi kalo salah dikitt aja pasti disalahin truss kalo ada orang berantemm suka banget ngeadu domba . Berlagak sok kuat juga -_- temen2 aku banyak yg benci banget ama dia ,, dia itu berlagak kayak raja aja .. Kalo temenan ama dia apalagi kita orng yg dibenci pasti pas berantem bukannya bantuin tapi dimusuhin dan diadu dombainn ,, sebel banget sama orang yang kayak gitu -,-

    Ehehh maaf ya kakak kebawa esmossi nihh ;)
    Semoga aja kakak terkesan ;)

    ReplyDelete
  24. konban wa @miss_zp ~ chan ^^

    frenemy : friend as enemy, baru tahu istilah ini berasa menjadi orang yg kudet -_-
    teman tapi musuh? berarti ia orang bermuka dua? seolah-olah baik di depan kita tapi ujung-ujungnya nusuk kita dari belakang :-( sama saja ia musuh dalam selimut. sebenarnya sampe saat ini belum pernah ngalamin hal ini *syukurlah* tetapi ada di antara sahabat-sahabatku sering mengalaminya.contohnya selama di kampus,aku sering mendapat curhatan tentang masalah seperti ini yah kasihan juga sih ngelihatnya . aku hanya bisa mendengarkan curhatannya sesekali aku kasih solusi. sakit memang mengalami hal ini, nyatanya sahabatku ini menjadi kurang fokusnya saat di perkuliahan gegara masalah ini dan ketika sahabatku curhat ia juga sering nangis :'(
    menurutku salah satu indikator penyebab frenemy adalah iri dan ingin menjatuhkan pihak lawan secara diam-diam. berdasarkan curhatan dari sahabatku meskipun ia menghindar tapi tetap saja orang bermuka dua itu nyari gara-gara
    semoga tdk merasakan namanya frenemy,amin ... ^^

    arigatou gozaimasu... semoga kali ini aku beruntung dapetin hadiahnya :D

    ReplyDelete
  25. Frenemy yaa, Friend as Enemy. Kalo bahasa kampungnya temen berbulu domba. Kalo aku pribadi, banyak banget kasus dan fenomena seperti itu. Dan, sepertinya hal itu terjadi karena adanya rasa iri dan egois yang tinggi dalam hubungan pertemanan yang dijalani.

    Contoh simple : Si A dan si B berteman.. Si A tuh suka dan demen banget ma si C.. Eh, dibelakang ternyata si B jadian ma si C.. Gak sakit tuh, temen sendiri nikung gebetan yang kita suka.. >,<

    Tapi, aku sih harap gak ada yaa yang namanya frenemy gituan. Karena yang namanya pertemanan harusnya berawal dari sesuatu yang indah dan berakhir dengan sesuatu yang indah pula.

    ReplyDelete
  26. Frenemy mah udah kayak makanan sehari-hari ^^ udah capek+bosen dikhianatin temen, ditusuk dari belakang, sakitnya tuh disini #nunjukhati
    Aku sering dijadiin teman tipe 'habis manis sepah dibuang' sama frenemy-ku... pernah juga ditinggal teman yang udah kuanggap dekat hanya karena dia punya teman baru yang lebih eksis, yeah sayang sekali dia tipe penjilat...
    Aku nggak dendam sih sama mereka, nggak sampe ada niatan bunuh-membunuh wkwk aku cuma kasian aja sama my frenemies, mereka udah nyia-nyiain teman yang tulus, setia, baik hati, dan tidak sombong kayak aku hihihi
    Saking seringnya, aku sampe trauma dan menghapus kata 'sahabat' dari kamus hidupku #aih #lebey dan lebih selektif milih teman yang bisa nerima aku apa adanya dan bisa long last :) kadang iri sama orang-orang yang masih lengket sama sahabatnya setelah bertahun-tahun, contohnya geng 5cm :') sumpah pengen banget punya sahabat kayak mereka... hiks...
    #okefixinicurcol

    ReplyDelete
  27. "Apa kamu tahu arti frenemy? Jika pernah punya pengalaman terkait frenemy, ceritakan di kolom komentar ya :)"

    Frenemy bisa dibilang musuh dalam selimut. Sulit untuk mengidentifikasi hal yang seperti ini, masalahnya ia berada dalam ruang lingkup yang dan mereka ini cukup akrab dengan kita.
    Aku pernah punya teman, tapi nggak hanya sekadar teman. Dia ini aku nobatkan sebagai my bestfriend. Sebuat saja si "A". Dari SD sampai SMP, aku selalu sama dia. Pokoknya di mana ada dia, pasti ada aku. Nggak hanya sebatas itu, aku juga akrab banget sama kedua orangtuanya. Mereka udah anggap aku sebagai anak sendiri. Baik banget pokoknya.
    Sampai suatu ketika, pertengahan kelas 1 SMP. Ada sekelompok geng, aku nggak akrab dengan mereka. Dari SD, setiap satu kelas bersama mereka aku pasti di cap sebagai anak cupu. Entahlah, tapi yang jelas aku nggak peduli dengan julukan itu. Aku dan si A lama-kelamaan semakin menjauh. Sejak, aku ke rumahnya, dia tak acuh banget sama aku, dan dia malah milih ninggalin aku dan main sama temannya yang di rumah. Setelah itu, di sekolah. Setiap makan pas istirahat, biasanya aku makan sama dia. Tapi hari itu dia makan di meja geng itu. Aneh memang. Dan yang lebih aneh lagi, dia lewatin meja makan aku sambil melengos. Sumpah saat itu aku sedih campur kesal. Dalam hati aku mikir, "apa salahku? Tiap hari aku bareng-bareng sama dia, tapi kenapa dia begini?"
    Semenjak saat itu, ke mana-mana dia selalu sama geng itu. Dia cuekin aku. Waktu aku hampir adu mulut dengan geng itu gara-gara hal sepele sih sebenarnya, dia nggak peduli. Mirisnya, aku sendirian hadapin para anggota geng itu.
    Selain iu, ada lagi nih. Waktu pas olahraga. Dia kan minjem raket itu pas badiminton. Nah, entah kenapa, abis olahraga dia jadi jahat banget sama aku. Raket aku di tinggal di jalanan tanpa mau ambil lagi. Dia beralasan jatuh, yahh menurut aku emang nggak bisa di ambil lagi. Pokoknya semenjak bergaul sama geng itu, dia jadi jahat banget sama aku. Ternyata usut punya usut, para anggota itu hasud si A, entah apa yang geng omongan ke A. Yang jelas omongan yang nggak bener. Saat itu aku benar-benar kesel bangetttt.... Udah protes, tapi tetap aja aku kalah sama rombongan mereka :'(
    Semakin lama hubungan kami semakin jauh banget. Udah nggak pernah saling sapa. Dia musuhin aku. Dia udah nggak mau kenal aku. Sampai dia pindah sekolah, ia nggak say goodbye sama aku. Dan saat itu juga, aku nggak mau anggap dia lagi sebagai temanku apalagi sahabat. Mana ada, seorang sahabat meninggalkan sahabatnya sendiri demi kepopuleran. Setelah kejadian itu, aku nggak mau salah lagi punya sahabat.

    ReplyDelete
  28. Hallo Cheii ~ I'm back here again..
    hehe ~ belum dapet sampul bukunya sih, jadi balik deh #plakk

    Apa kamu tahu arti frenemy? Jika pernah punya pengalaman terkait frenemy, ceritakan di kolom komentar ya :)

    aku gak tahu pastinya arti frenemy ~ tapi aku anggap artinya adalah teman tapi berujung musuh atau orang yang tidak kita sukai

    well, pengalaman kaya gitu ada beberapa sih Chei ~ not an easy thing to forget *sobs*

    jadi, dulu pas masih kuliah ~ pernah punya temen deket, bahasa jaman dulu itu sahabat, kemana-mana selalu bareng pulang pergi dan selama kuliah kami cukup deket *entah deket karena dia butuh tebengan ke kampus atau hal lain, aku masih terlalu polos untuk mengartikan waktu itu*

    sampai ada kejadian ~ pas malam ospek MaBa, kami sama-sama jadi panitia, aku, dia dan cowokku kebetulan ketua panitianya, aku masuk tim publikasi sedangkan temenku tadi sekertaris..

    ditengah-tengah acara menjelang akhir acara (api unggun) saat aku dipilih sebagai panitia favorit dan digiring ke depan buat terima ucapan selamat ~ cowokku dan sahabatku itu gak ada. selesai acara aku beberes dan pas di base camp panitia aku lihat mereka berdua basah-kuyup (ternyata dua orang itu lagi becandaan sampe akhirnya kecebur bareng di kolam) aku marah banget tapi aku simpan dan gak aku tunjukkan ke sahabatku ~ cuma mungkin cowokku ngerasa dan dia minta maaf, oke selesai sampai situ, rupanya enggak

    menjelang kelulusan aku dan cowokku putus ~ sedih emang tapi ya sudahlah
    setahun berselang tiba-tiba mantan cowokku itu dateng kerumah, banyak temen2 yang bilang klo dia mau balikan ~ aku udah seneng banget *secara aku masih suka sama dia*
    tapi beberapa kali setelah mantan cowokku main ke rumah ~ suatu hari aku denger kabar klo dia dan sahabatku tadi baru aja jadian

    aku kaget banget, sedih, shock segala macam ~ sampai detik inipun meski keduanya akhirnya menikah dan punya anak ~ aku masih belum bisa maafin mereka berdua ~ aku pendendam, mungkin ~ tapi bukan pendendam dan berniat membalas mereka ~ aku cuma memilih untuk gak memaafkan mereka ~ thats all

    setelah dipikir2 lagi, itu sudah kali kedua aku dibohongin sama sahabat sendiri ~ yah, my best friend had my boyfriend ~ sejak itu Cheeii ~ aku memilih untuk gak mau punya sahabat perempuan, temen deket cewek ~ I dont trust words named bestfriend since then, temen perempuan punya banyak ~ tapi bukan sahabat, I'm not ready yet for that.

    thank you ya Cheii for the giveaway ~ muuph kepanjangan
    *kamu sih ngajak aku tsuthat* #eh

    ReplyDelete
  29. frenemy. aku pernah denger dari temen. yaitu teman tapi musuh. dan kata google dua kepribadian.

    hari itu, aku dipilih mengikuti seleksi osn. nah temen deket aku, nggak kepilih,
    bukannya ikut senang, dia malah marah.
    hari berikutya, aku dan teman-teman (banyak) termasuk si dia,
    pergi jalan-jalan. nah,dia tiba tiba ngomentarin baju aku. padahal, temen yg lain biasa aja..
    dan..komentarnya minta ampun, pedes banget. sampe aku malu sendiri di depan teman2 yang lain.
    terus, aku pernah denger dari teman aku yang lain, bilang sama aku, katanya si dia sering ngomongin aku.
    yaampun, ngomongin dibelakang :3 dan katanya dia ngomongin hal memalukan yang pernah aku lakukan pas masih deket sama dia.
    huft.. sabar...
    aku sebenernya masih mau ya, temenan sama dia, tapi apa boleh buat,
    dia sudah terlalu liar ><

    ReplyDelete
  30. baru tau ada kata frenemy.... sampai sekarang aku belum pernah punya pengalaman terkait frenemy... berharap gk pernah punya frenemy... :D

    ReplyDelete
  31. Yang aku tahu, Frenemy itu singkatan dari Friend as Enemy, tau istilah ini dari majalah hehe. Dari luar sih, kelihatannya teman tapi ternyata juga bertindak layaknya musuh yg nusuk dri belakang.

    Ada sih pengalaman dengan frenemy. Aku punya frenemy sejak kelas 11 SMA. Sebelumnya kami berteman cukup dekat tapi karena masalah yang hampir gak jelas, kami jadi saling menjauh. Dulu kami pernah jadi team-mates dalam beberapa science-projects. Karena banyak masalah dan mungkin emang gak cocok secara personal, tim kita cuma bertahan kurang dari satu tahun dan kami berpisah kemudian bentuk tim baru.

    Aku berani bilang bahwa dia adalah frenemy karena kami dari luar seperti teman biasa (bahkan jarang ada yang tau kalo kita pernah punya masalah), walaupun sebenarnya di lubuk hati kami ada persaingan tak tertulis. Sebenarnya aku gak masalah punya saingan yang pernah jadi teman dekat, malah sepertinya hidupku jadi lebih asik dan seru. Tapi hal yang kukira awalnya persaingan yang sehat malah jadi persaingan yang buruk. Dia yang pernah menjelek-jelekan aku di depan pembina KIR hanya demi jadi ketua Sebuah Departemen (kalo di OSIS namanya Ketua Seksi/Sie). Mulai dari itu aku nganggap dia Frenemy. Kami dari luar seperti teman biasa (dan juga saingan –yang tidak terang-terangan-) , tapi dia juga yang ngajak musuhan secara halus.

    Sebelum UN kan ada ritual maaf-maafan, ya dari ritual itu kami berdua mulai belajar saling memaafkan dan aku juga belajar mengikhlaskan yang pernah terjadi. Dan sekarang kami udah lulus SMA dan punya jalan masing2 di Universitas yang
    berbeda.

    Kalo ingat-ingat pengalaman semasa SMA lucu juga sih ya, apalagi pengalaman dengan mantan frenemy yang membuat hidupku selama SMA jadi makin berwarna…
    Apakah rugi punya frenemy? Kalo dari kasusku sih, permusuhan kami yang secara diam-diam itu malah menguntungkan banget bagi sekolah. karena kami punya gengsi yang tinggi dan berusaha untuk jadi tim terbaik di KIR. Kasus frenemy ku ini juga agak lucu, setiap salah satu tim menang di kompetisi kami saling mengucapkan selamat meskipun dalam hati gak ikhlas hahaha. :D

    Ternyata punya frenemy juga ada sedikit untungnya sih, bisa jadi lecutan semangat untuk terus berusaha jadi yang terbaik meskipun terkadang terjadi hal-hal yang menguras air mata.

    Dan untungnya... frenemy yg aku temui gak kayak Sayuri di GiTD =))

    Yuniar Saraswati - @yurizkyyy

    ReplyDelete