Salah satu yang paling saya sebel adalah saat orang merasa lebih mengerti saya daripada diri saya sendiri.

SEBEL BANGET!

Bahkan saya sendiri terkadang tidak bisa menentukan apa yang sebenernya saya rasakan, saya mau, saya pikirkan.

Lalu, mengapa ada saja orang yang bisa dengan seenaknya merasa bisa membaca pikiran saya?

Masih lumayan kalau benar. Kalau ternyata salah?

Apalagi kalau sudah salah, eh menyampaikan anggapan dia tentang saya dengan cara menjengkelkan. Plus, diucapkan di saat yang tidak tepat.

Contohnya, saya pernah dalam kondisi sedang jengkel dengan apa yang saya lakukan di pekerjaan. Saya secara sadar mengaku kalau saya memang bukan pegawai tanpa cacat cela yang juga selalu benar.

Eh, saat saya cerita ke teman, malah diberi nasihat panjang lebar soal menjadi professional. Astaga! Dan dia tidak bisa berhenti walau wajah saya sudah cemberut setengah mati.

Saya tidak suka diberitahu apa yang harus saya lakukan saat saya sedang marah atau capek atau jengkel.

Kalau saya butuh nasihat, saya akan meminta nasihat.

Kalau saya ingin mencurahkan isi hati, ya udah dong, didengarkan saja dengan baik.

Saya bukan orang yang pintar mengekspresikan perasaan saya. Kalau saya belajar terbuka pada Anda, harusnya Anda berbahagia karena saya percaya pada Anda.

Sayangnya, banyak orang yang tidak menghargai itu.

Saat saya belajar membuka diri, mereka beranggapan bahwa mereka bisa membaca pikiran saya dan paham karakter saya seutuhnya.

Menjengkelkan.

Kalau saja mengerti diri saya itu begitu mudah, mungkin hidup saya akan lebih mudah.

Dan, saya tidak perlu repot berurusan atau memikirkan orang seperti kalian yang menjengkelkan dan menyebalkan.